(Nasional) Pola Utama Distribusi Perdagangan Beras, Cabai Merah, Bawang Merah, dan Daging Ayam Ras Tahun 2019 Memiliki Jumlah Rantai Utama yang sama Seperti Tahun Sebelumnya - Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser Utara

Pelayanan Statistik Terpadu (PST) dapat dikunjungi pada jam kerja Senin-Kamis 07.30-16.00 WITA dan Jumat 07.30-16.30 WITA. Alamat: Jl. Provinsi Km.09 Nipah-Nipah, Penajam, 76411

(Nasional) Pola Utama Distribusi Perdagangan Beras, Cabai Merah, Bawang Merah, dan Daging Ayam Ras Tahun 2019 Memiliki Jumlah Rantai Utama yang sama Seperti Tahun Sebelumnya

(Nasional) Pola Utama Distribusi Perdagangan Beras, Cabai Merah, Bawang Merah, dan Daging Ayam Ras Tahun 2019 Memiliki Jumlah Rantai Utama yang sama Seperti Tahun SebelumnyaUnduh Berita Resmi Statistik
Tanggal Rilis : 15 Desember 2020
Ukuran File : 1.65 MB

Abstraksi

Pola utama distribusi perdagangan di Indonesia:
1. Beras: Produsen -> Distributor -> Pedagang Eceran -> Konsumen Akhir.
2. Cabai merah: Petani -> Pedagang Pengepul -> Pedagang Eceran -> Konsumen Akhir.
3. Bawang merah: Petani -> Pedagang Pengepul -> Pedagang Eceran -> Konsumen Akhir.
4. Daging ayam ras: Produsen -> Pedagang Eceran -> Konsumen Akhir.

Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) total beras nasional tahun 2019 sebesar 22,34 persen; cabai merah 61,31 persen; bawang merah 38,01 persen; dan daging ayam ras 25,53 persen.

Pola utama distribusi perdagangan beras dengan MPP total tertinggi terjadi di Provinsi DKI Jakarta, cabai merah di Kalimantan Tengah, bawang merah di Papua Barat, dan daging ayam ras di Kalimantan Utara.

Pola utama distribusi perdagangan beras dengan MPP total terendah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, cabai merah di Bali, bawang merah di Jambi, dan daging ayam ras di Sumatera Selatan.

Sumber: BPS RI  
Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser UtaraJl. Propinsi Km 09 Nipah - Nipah

Penajam 76411

Telp : (0542) 7211471 Fax : (0542) 7211478 Email : bps6409@bps.go.id 

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik