Rilis Tanpa Tatap Muka - Berita - Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser Utara

Pelayanan Statistik Terpadu (PST) dapat dikunjungi pada jam kerja Senin-Kamis 07.30-16.00 WITA dan Jumat 07.30-16.30 WITA. Alamat: Jl. Provinsi Km.09 Nipah-Nipah, Penajam, 76411

Rilis Tanpa Tatap Muka

Rilis Tanpa Tatap Muka

1 April 2020 | Kegiatan Statistik Lainnya


“Tolong semuanya cek audio, kekecilan tuh!”
“Live streaming putus-putus, ada media yang komplain!”
“Pulsa aman? Banyak yang bakal kita telfon nih.”
“Dokumentasi, dokumentasi! Sejarah perjalanan BPS ini!”

Riuh percakapan orang-orang di balik layar
menghiasi suasana ruang press release BPS. Ruangan
yang biasanya dipenuhi dengan wartawan dari
berbagai media mendadak kosong. Mikrofon yang
menjadi pegangan untuk mengajukan pertanyaan
kini tak lagi menjadi rebutan. Pandemi Covid-19
yang menyebar di Indonesia pada awal tahun 2020
membuat BPS harus melakukan rilis data dengan cara
yang berbeda. Kesehatan tiap individu menjadi fokus
BPS yang mengacu pada protokol pemerintah terkait
pandemi Covid-19.
16 Maret 2020, sejarah bagi BPS, semua tanpa
persiapan yang benar-benar matang. Mekanisme rilis
diubah mengikuti keadaan sekarang, wartawan tak
diperbolehkan datang, rilis dilakukan secara online
melalui live streaming saja. Materi untuk wartawan
yang berupa video dan audio diperkenankan untuk
diambil dari video live streaming. Seperti biasa, live
streaming dilakukan via kanal YouTube BPS Statistics.
Sedangkan tanya jawab hanya akan dilakukan via
telepon. Orang-orang di balik layar yang sudah biasa
menghadapi permasalahan rilis kini mendadak panik.
Tekanan datang dari segala arah, mulai dari hal kecil
seperti tampilan bahan rilis hingga hal detil seperti
kualitas audio yang harus benar benar bagus.
Satu jam berlalu, persiapan selesai dan rilis
pun dimulai. Yunita Rusanti, Deputi Bidang Statistik
Distribusi dan Jasa BPS mewakili Kepala BPS dalam
menyampaikan rilis data ekspor-impor Februari 2020.
“Mohon maaf ya teman-teman wartawan, Kepala
BPS baru saja pulang dari Amerika sehingga harus
melakukan karantina diri selama 14 hari,” ujar Yunita
dengan tenang saat membuka rilis. Di pojok kanan
belakang ruangan, tim penyiapan materi pimpinan,jaringan komunikasi data, dan humas BPS belum bisa
bernafas lega. Live chat dari viewers di YouTube terus
masuk yang berarti harus dipantau satu persatu setiap
saat. Benar saja, 10 menit berlalu kemudian muncul
satu pesan yang berisi permasalahan pada audio.
Pesan itu disambung dengan masuknya pesan-pesan
lainnya yang isinya kurang lebih sama. Kepanikan
seketika datang, padahal mikrofon sudah dipastikan
aman sejak persiapan tadi. “Seharusnya nggak ada
masalah, di monitor aman-aman aja nih audionya atau
mungkin jaringan di ruangan ya?”, jawab operator
audio dengan nada sedikit ragu.
Pesan baru tiba-tiba muncul di tab Live Chat
yang isinya adalah kondisi audio dan video sudah baik.
Satu pesan masuk, satu juga kepanikan yang selesai.
Audio kembali terdengar baik seperti seharusnya.
Tidak ada komplain dari viewers, sepanjang rilis semua
berjalan cukup lancar, hanya permasalahan kecil pada
jaringan internet yang kadang membuat delay pada
video Live Streaming. Wajar saja wartawan sedikit
rewel, semua materi pada Live Streaming ini nantinya
akan menjadi bahan berita baik itu di televisi, radio,
media online, maupun media cetak. Kualitas yang baik
pada video dan audio akan sangat berpengaruh pada
berita di media selain media cetak.
10 menit sebelum pemaparan materi usai,
sesi pertanyaan dibuka. Tim humas BPS menyusun
mekanisme tanya jawab yang baru melalui telepon.
Setiap wartawan yang ingin bertanya, harus menuliskan
nomor telepon dalam sebuah grup WhatsApp yang
sudah dibuat sebelumnya. Jumlah penelepon pun
dibatasi, hanya tiga orang di setiap sesinya. “Telfon 2
menit sebelumnya, pastikan suara penelepon jelas,
pastikan juga nama dan media asalnya sebelum
kita hubungkan langsung ke pimpinan,” pesan Aina
Sabedah Fitri, Kepala Subbagian Hubungan Media
Massa BPS kepada tim humas BPS. Aina menyatakan
bahwa frekuensi pertanyaan yang masuk pun tetap
tinggi meskipun kali ini dilakukan via telepon. Semua
berjalan baik, mulai dari kualitas jaringan telepon
sampai kualitas audio dan video pada sesi tanya jawab.
Wartawan dari MetroTV memberi apresiasi
terhadap rilis yang tetap tepat waktu dilakukan
oleh BPS meskipun tanpa tatap muka kali ini. “Kami
apresiasi, hanya saja sedikit masukan agar tayangan
lebih difokuskan kepada yang menyampaikan materi,”
ujarnya. Ia menambahkan bahwa untuk materi televisi
yang dibutuhkan adalah sosok yang menyampaikan
materi rilis, sehingga pada rilis selanjutnya porsi layar
pada tayangan Live Streaming bisa diatur sedemikian
rupa agar ramah untuk televisi. Hal yang berbeda
disampaikan oleh wartawan dari Radio Elshinta.
Volume suara yang kadang terlalu kecil menjadi
masalah bagi mereka. “Kalau di BPS kan recorder kami
langsung ke speaker di ruangan, kalau sekarang kan
tergantung kualitas di Live Streaming -nya,” keluhnya.
Terlepas dari berbagai kritik dan saran yang masuk, rilis
tanpa tatap muka BPS dapat dikategorikan berjalan
sukses.
Setelah rilis selesai, semua orang tersenyum
sumringah melihat rilis berjalan sukses meskipun
terdapat beberapa kendala. Setiap permasalahan
dicatat untuk diselesaikan. Setiap saran dicatat
untuk penyempurnaan di rilis-rilis selanjutnya. Ntah
sampai kapan rilis akan dilakukan tanpa tatap muka.
Apakah hanya selama pandemi ini menyebar atau
akan menjadi sebuah kenormalan baru bagi BPS
kedepannya? Bagaimanapun, di kondisi apapun, BPS
akan selalu merilis data tepat waktu, meskipun dengan
adaptasi dalam mekanisme penyampaiannya.

Sumber : Humas BPS RI
Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser UtaraJl. Propinsi Km 09 Nipah - Nipah

Penajam 76411

Telp : (0542) 7211471 Fax : (0542) 7211478 Email : bps6409@bps.go.id 

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik